Friday, October 3, 2014

TUJUAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Oleh Annisa Tri Wahyuningsih
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang


Pada dasarnya tujuan pembelajaran adalah rumusan kualifikasi kemampuan yang harus dicapai oleh siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Rumusan kualifikasi kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti suatu pembelajaran adalah  “perubahan perilaku” (change of behavior). Perubahan perilaku tersebut meliputi bidang pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor).
Tujuan pembelajaran adalah rumusan perilaku siswa (pengetahuan, sikap maupun keterampilan) yang harus tercapai pada setiap selesainya proses pembelajaran. Oleh karena itu, rumusan pembelajaran yang baik dan benar harus mencerminkan perubahan yang spesifik, mudah dikontrol dan terukur dalam setiap jenis perubahan yang telah terjadi ataupun dimiliki oleh siswa dari hasil belajar yang telah dilakukan oleh siswa.
Tercapainya tujuan pembelajaran dengan indikator perubahan yang terukur baik dari segi pengetahuan, sikap maupun keterampilan, tidak berarti bahwa hanya sebatas itulah tujuan pembelajaran tersebut. Tercapainya tujuan pembelajaran, merupakan tahap awal atau sebagai perantara untuk mencapai tujuan-tujuan yang lebih luas, komplek dan lebih tinggi lagi. Dengan demikian tujuan pembelajaran dalam urutan tujuan, merupakan penjabaran dari tujuan yang ada diatasnya, yaitu tujuan kurikuler, tujuan lembaga, atau institusional, dan tujuan pendidikan nasional.
Tujuan pembelajaran adalah rumusan kualifikasi kemampuan yang lebih spesifik menyangkut dengan pengetahuan, sikap, maupun keterampilan yang harus siswa setelah mengikuti setiap pokok atau materi pembelajaran. Tujuan diatasnya adalah tujuan kulikuler, yaitu rumusan kualifikasi kemampuan yang harus dicapai oleh siswa setelah selesai mempelajari mata-mata pelajaran atau bidang studi. Adapun tujuan yang lebih tingginya lagi dari tujuan kulikuler yaitu tujuan lembaga atau institusional, yaitu rumusan kualifikasi yang harus dimiliki atau dicapai setelah siswa menyelesaikan program satuan pendidikan. Adapun tujuan terkahir yang paling tinggi yang harus menjadi muara dari tujuan-tujuan yang ada dibawahnya yaitu tujuan pendidikan nasional, agar tercipta generasi muda yang berkualitas.

RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN

Oleh Aida  Rosmaniar
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang


Kegiatan pembelajaran merupakan tugas akademik yang mendorong siswa berunjuk kerja kearah pencapaian tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Kegiatan diartikan sebagai apa yang dilakukan siswa, bukan apa yang dilakukan guru. Setiap kegiatan pembelajaran dapat dibagi menjadi kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup.
Dalam rancangan kegiatan awal  siswa harus dibantu dalam memahami topik baru dalam konteks keseluruhan pengajaran. Kegiatan awal dari suatu pelajaran ini akan dapat membantu siswa dalam mengaitkan hal-hal yang pernah dipelajari dengan hal-hal baru, memberikan kesempatan pada siswa untuk memahami topik secara keseluruhan sebelum mempelajari hal-hal yang terkandung dalam topik secara rinci, menumbuhkan hasrat ingin tahu siswa dan merangsang perhatian dan hasrat belajar secara terus-menerus, menyadarkan siswa akan apa yang diharapkan guru dari siswa selama membahas topik tersebut, disamping menyampaikan tujuan pembelajaran
Saat Rancangan kegiatan inti Banyak ragam konsep dan pemikiran tentang bagaimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Ada yang melihat sebagai suatu siklus pelajaran, ada yang merumuskan ke dalam langkah-langkah berstruktur, dan ada yang menekankan kepada model. Semua itu dilakukan untuk mengantarkan siswa kepada informasi atau keterampilan baru, mendorong siswa untuk mengkaji ulang informasi atau keterampilan sebelumnya, memungkinkan siswa mampu melihat kekurangan pada proses belajar sebelumnya dan mengisi kekurangan itu, mendorong siswa untuk memperkuat proses fisik, kognitif, sosial, maupun afektif, Mendorong siswa untuk menghasilkan, mengorganisasikan, dan menyatakan informasi baru itu dalam cara-cara yang kreatif, mendorong siswa untuk memperkirakan dan memikirkan gagasan yang belum dikembangkan serta masalah yang belum terpecahkan.
Kegiatan penutup pada kegiatan ini, guru membimbing siswa untuk merumuskan ikhtisar yang bertujuan untuk mengkaji ulang materi yang telah diajarkan, merefleksikan pembelajaran yang menggambarkan kumpulan pengalaman belajar siswa, memberikan gambaran tentang materi pelajaran yang akan datang.

Thursday, October 2, 2014

ASPEK PENTING PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Oleh Muhammad Toriq
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang


Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang di dalamnya terjadinya komunikasi yang efektif antara guru dan siswa dan siswa dengan siswa sehingga tercapainya tujuan-tujuan belajar. Salah satu faktor penunjang terjadinya pembelajaran yang efektif adalah menyangkut kemampuan guru mendesaian kegiatan KBM. Oleh karena itu kemampuan guru dalam penyusunan dan pengembangan RPP merupakan merupakan hal yang mutlak dan wajib dimiliki oleh setiap guru.
Dalam penyusunan RPP berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Selanjutnya dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD). Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Salah satu indikator penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik adalah yang di dalamnya memberi gambaran kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian.
Guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang meliputi pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran secara spesifik. Salah satunya adalah penguasaan model pembelajaran yang akan mempengaruhi keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran. Dalam pemilihan dan penerapan model pada prinsipnya tidak ada model pembelajaran yang paling efektif untuk semua mata pelajaran. Namun pemilihan model pembelajaran dapat diterapkan oleh guru di dalam kelas dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut :
1.      Tujuan pembelajaran
2.       Sifat materi pelajaran
3.      Ketersediaan fasilitas
4.      Kondisi peserta didik
5.      Alokasi  waktu yang tersedia         
Pemilihan dan penerapan model pembelajaran oleh guru perlu memperhatikan beberapa hal sehingga model itu betul-betul dipandang efektif dalam pelaksanaanya. Oleh karena model yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Adanya keterlibatan intelektual-emosional  peserta didik melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap
  2. Adanya keikutsertaan peserta didik secara aktif dan kreatif selama pelaksanaan model pembelajaran
  3. Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator dan motivator kegiatan belajar peserta didik
  4. Adanya penggunaan berbagai metode, alat dan media pembelajaran.

Model Latihan Penelitian

Oleh Cahya Aristya Buana
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Latihan penelitian dimulai dengan menyajikan situasi yang penuh pertanyaan. Dengan situasi yang penuh teka-teki ini secara alami mahasiswa akan terdorong untuk memecahkan teka-teki itu. Dengan cara ini diyakini bahwa para mahasiswa dapat menjadi semakin sadar akan proses penelitian yang dilakukannya dan pada saat itu secara langsung dapat diajarkan cara melakukan prosedur penelitian yang bersifat ilmiah. Yang paling penting, demikian menurut Suchman sebagai pengembang model ini, menyajikan kepada para mahasiswa suatu sikap bahwa “pengetahuan itu bersifat tentatif” artinya selalu terbuka untuk dikaji secara terus menerus.
Jadi, pada dasarnya model ini mengikuti teori Suchman sebagai berikut :
1. Secara alami para mahasiswa akan mencari sesuatu segera setelah dihadapkan pada masalah,
2.   Mereka akan menjadi sadar tentang dan belajar mengenai strategi berpikir yang dimilikinya,
3.   Strategi baru dapat diajarkan secara langsung melengkapi strategi yang telah dimiliki, dan
4.  Penelitian yang bersifat kerjasama akan memperkaya proses berpikir dan membantu para mahasiswa untuk belajar tentang sifat tentatif dari pengetahuan, sifat selalu berkembang dari pengetahuan, dan menghargai berbagai alternatif penjelasan mengenai sesuatu hal.

Walaupun dalam prakteknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam, tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu :
1. Question (pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa)
2.  Student Engangement (keterlibatan aktif  siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru sebagai fasilitator.
3.   Cooperative Interaction (siswa diminta untuk berkomunikasi bekerja berpasangan dalam kelompok)
4.  Perfomance Evaluation (dalam menjawab permasalahan siswa diminta untuk membuat sebuah produk menghasilkan yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahannya yang sedang dipecahkannya)
5.    Variety of Resources (siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar).

Model latihan penelitian dapat diorganisasikan secara lebih terstruktur dimana pengajar mengendalikan keseluruhan proses interaksi dan menjelaskan prosedur penelitian yang harus ditempuh. Akan tetapi, harus tetap diperhatikan bahwa prinsip dan norma yang dikandung dalam model ini ialah kerjasama, kebebasan intelektual, dan kesamaan derajat. Interaksi mahasiswa harus didorong dan digalakkan. Lingkungan intelektual juga ditandai oleh sifat terbuka terhadap berbagai ide yang relevan. Dalam konteks ini pengajar dan mahasiswa seyogyanya berpartisipasi atas dasar persamaan derajat dalam menghadapi suatu ide.

Sarana yang diperlukan untuk melaksanakan model ini adalah materi yang dapat dikonfrontasikan pengajar yang mampu mengerti proses intelektual dan strategi penelitian, dan sumber bahan yang mampu memberikan masalah-masalah yang menantang bagi para mahasiswa untuk melakukan penelitian.


Wednesday, October 1, 2014

Model Advance Organizer

Oleh Darsiyah
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Dalam belajar terdapat suatu penyampaian materi yang nantinya diharapkan dapat diterima dan dimengerti oleh peserta didik atau murid dan diharapkan materi yang disampaikan oleh seorang pengajar ataupun guru dapat diterima dengan baik sehingga tujuan dari pembelajaran dapat diterima. Maka dari itu, seorang pendidik atau seorang guru biasanya dalam menyampaiakn materi dan dalam proses pembelajaran menggunakan metode-metode tertentu sebagai penunjang keberhasilan dalam menyampaiakan materinya, metode-metode yang dipakai sangat banyak macamnya bergantung pada materi dan sub pembahasan.

Metode yang dipakai salah satunya yaitu model advance organizer. Model advance organizer yaitu model pembelajaran dengan cara menyajikan sebuah informasi sebelum pembelajaran yang nantinya dapat digunakan oleh seorang peserta didik untuk menyusun dan menafsirkan informasi baru yang masuk. Selain itu, advance organizer juga sangat berguna dalam proses transfer pengetahuan. Jadi semakin terorganisir materi yang disampiakan kepada peserta didik, maka peserta didik akan mempelajarinya dengan keseluruhan selain itu juga dapat meningkatkan kejelasan yang dapat diserap oleh seorang peserta didik sehingga peserta didik dapat menerima materi pembelajaran dengan maksimal. Model advance orgqnizer ini dirancang untuk memperkuat struktur kognitif siswa yang mengenai pengetahuan seorang peseta didik tentang pelajaran tertentu dan bagaimana mengelola, memperjelas, dan memelihara pengetahuan dengan baik.

Cara penyajian bahan melalui advanced organizer memiliki tiga tahap, dimana kegiatan penyajian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kejelasan dan kemantapan bahan belajar yang baru, sehingga sedikit sekali pengetahun yang hilang, rancau antara pengetahuan yang satu dengan lainnya atau membingungkan. Tiga tahap cara penyajian tersebut yaitu :

1.    Tahap penyajian atau presentasi advanced organizer.
Tahap penyajian ini terdiri dari salah satunya yaitu menjelaskan tujuan pengajaran, penjelasan tujuan pengajaran merupakan suatu cara untuk memperoleh perhatian siswa dan memberikan orientasi kepada peserta didik terhadap tujuan pengajaran.
2.    Penyajian atau presentasi tugas-tugas belajar atau bahan-bahan belajar.
Penyajian atau presentasi tugas-tugas belajar dapat dilakukan dengan cara ceramah, diskusi, film, percobaan, atau mencoba. Dalam penyampaian kepada siswa perlu dibuat eksplisit sehingga mereka memilki suatu pengertian secara keseluruhan tentang tujuan dan dapat melihat urutan logis tentang bahan dan bagaimana organisasi bahan itu berkaitan dengan advanced organizers.
3.    Menguji hubungan bahan belajar terhadap ide-ide yang ada agar dapat menimbulkan suatu proses belajar yang aktif.
Tujuan dari tahapan ini adalah mendapatkan pengetahuan atau bahan baru ke dalam struktur kognitif yang sudah dimiliki siswa atau struktur kognitif yang ada pada siswa. Hal ini dilakukan dengan cara memperkuat organisasi atau strukutr kognitif siswa.

Ketiga cara penyajian tersebut dapat membantu dalam menyampaikan materi dengan model advanced organizers, karena tersusun dan terorganisir dengan rapi maka peserta didik dapat menerima materi dalam proses pembelajaran dengan baik, sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. 

Penerapan Teori Pembelajaran dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pendidik, mereka harus memiliki dasar empiris yang kuat untuk mendukung profesi mereka sebagai pengajar. Kenyataan yang ada, kurikulum yang selama ini diajarkan di sekolah menengah kurang mampu mempersiapkan siswa untuk masuk keperguruan tinggi. Kemudian kurangnya pemahaman akan pentingnya relevansi pendidikan untuk mengatasi masalah – masalah social dan budaya, serta bagaimana bentuk pengajaran untuk siswa dengan beragam kemampuan intelektual.
Teori pembelajaran harus mampu menghubungkan antara hal yang ada sekarang dengan bagaimana menghasilkan hal tersebut. Teori belajar menjelaskan dengan pasti apa yang terjadi, namun teori pembelajaran “hanya” membimbing apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan hal tersebut.
Dalam kegiatan pembelajaran ada banyak jenis teori dalam pembelajaran diantaranya: pembelajaran menurut aliran behavioristik, pembelajaran menurut aliran kognitif, pembelajaran menurut aliran humanistik, pembelajaran menurut aliran kontemporer. Nah sekarang kita disini akan membahas mengenai teori pembelaran menurut aliran behavioristik.

Pembelajaran menurut aliran behavioristik adalah upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan agar terjadi hubungan lingkungan dengan tingkah laku belajar, karena itu juga disebut pembelajaran perilaku. Dalam pembelajaran perilaku tidak lepas dari prinsip bahwa perilaku berubah menurut konsekuensi-konsekuensi langsung, konsekuensi itu bisa menyenangkan dan bisa juga tidak menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan akan memperkuat perilaku, sebaliknya pembelajaran yang kurang menyenangkan akan memperlemah perilaku.

Writer :
Afidatun Nafiah - 1102413113

Editor :
Hadi Noviyanto - 1102413092

Teori Pembelajaran Penunjang Prinsip Teori Belajar

Didalam kegiatan belajar mengajar disekolah tentunya terjadi sebuah interaksi komunikasi memberikan informasi antara guru dengan siswa. Proses interaksi tersebut terjadi sebuah proses pembelajaran. Belajar akan dikatakan baik jika sebuah informasi yang disampaikan oleh pengirim informasi terhadap penerima tersampaikan dengan sempurna. Saat penyampaian informasi tersebut tentunya guru membutuhkan sebuah inovasi dalam penyampaiannya. Dan perlu disadari bahwa yang kita hadapi dalam hal ini siswa adalah benda hidup dan tidak kita ketahui sepenuhnya apakah informasi tersebut tersampaikan dengan sempurna.
Agar sebuah informasi yang diberikan sempurna terhadap siswa tentunya guru memiliki cara tersendiri dan harus didasari pada kaidah proses pembelajaran. Pembelajaran berlangsung sempurna juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, siswa, sarana dan prasarana dan bahkan guru itu sendiri harus memiliki integritas. Namun yang paling terpenting dari semua itu adalah guru harus mengetahui teori didalam proses pembelajaran, ini dimaksudkan agar semua informasi yang diberikan dapat tersampaikan secara baik. Teori-teori ini akan sangat bermanfaat bagi guru dan murid itu sendiri, karena setiap karakter siswa berbeda-beda dan disini guru harus pandai didalam memilih teori pembelajaran yang baik dan tentunya harus didasari pada kurikulum yang berlaku dinegaranya.
Disini akan membahas tentang teori pembelajaran. Teori pembelajaran itu berorientasi pada penerapan prinsip-prinsip teori belajar, teori tingkah laku, dan prinsip-prinsip pembelajaran dalam usaha mencapai tujuan belajar. Sebelum membahas lebih jauh tentang teori pembelajaran, alangkah baiknya kita ketahui bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dijalani sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku kapanpun dan dimanapun.

Tekanan utama didalam teori pembelajaran yakni bahwa Belajar merupakan suatu kumpulan proses yang bersifat individual, yang merubah stimuli yang datang dari lingkungan seseorang kedalam sejumlah informasi yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Kemampuan yang merupakan hasil belajar dapat dikategorikan bersifat praktis dan teoritis. Kejadian-kejadian dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses belajar dapat dikelompokkan kedalam kategori-kategori umum, tanpa memperhatikan hasil yang diharapkan. Teori pembelajaran akan dibagi dengan berbagai teori-teori atau dapat dikatakan didalam teori pembelajaran akan ada teori-teori yang dapat membantu dalam peroses pembelajaran dan teori-teori tersebut akan kami bahas dalam tulisan berikutnya.

Writer :
Aditya Wahyo Prasetyo - 1102413112

Editor :
Hadi Noviyanto - 1102413092

Teori Pembelajaran Sebagai Prinsip Mencapai Tujuan Belajar



Belajar merupakan suatu proses yang bersifat individu yang merubah stimuli yang datang dari lingkungan seseorang yang selanjutnya dapat mengakibatkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang, namun perubahan tersebut tidak dapat dikatakan hasil belajar jika disebabkan oleh pertumbuhan atau keadaan sementara. Sedangkan pembelajaran merupakan usaha mengorganisasikan lingkungan belajar sehingga memungkinkan seseorang (peserta didik) melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan berbagai media dan sumber belajar tertentu yang akan mendukung pembelajaran itu nantinya.

        Kejadian-kejadian dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses belajar dapat dikelompokkan ke dalam kategori-kategori umum, tanpa memperhatikan hasil belajar yang diharapkan. Seorang pendidk, alangkah lebih baik jika mereka tidak hanya menaruh perhatian pada bagaimana peserta didik belajar, melainkan bagaimana mempengaruhi peserta didik agar terjadi kegiatan belajar yang tentunya menggunakan metode pengajaran yang optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, perlulah kiranya seorang pendidik memahami prinsip-prinsip belajar.

        Prinsip belajar merupakan konsep-konsep atau metode yang harus diterapkan di dalam proses kegiatan belajar mengajar. Seorang pendidik akan dapat mendidik dengan baik apabila dapat menerapkan cara mengajar yang sesuai dengan prinsip-prinsip orang belajar. Hal ini dirasa penting untuk dilakukan agar pendidik dapat mengontrol sendiri apakah tugas-tugas mengajar yang dilakukannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip belajar yang telah dibuatnya. Alasan pentingnya pendidik memahami prinsip-prinsip belajar diantaranya:
  1. Membantu pendidik untuk memahami proses belajar yang terjadi di dalam diri peserta didik,
  2. Pendidik dapat mengerti kondisi dan factor yang mempengaruhi, memperlancar, atau menghambat proses belajar,
  3. Memungkinkan pendidik melakukan prediksi yang cukup akurat tentang hasil yang dapat diharapkan dari suatu aktifitas belajar.
        Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa teori pembelajaran merupakan suatu kumpulan prinsip-prinsip yang terintegrasi dan yang memberikan preskripsi untuk mengatur situasi atau lingkungan belajar sedemikian rupa sehingga dapat membantu peserta didik mencapai tujuan belajarnya dengan mudah.

Writer :
Novita Handayani - 1102413110

Editor :
Hadi Noviyanto - 1102413092

TEORI PEMBELAJARAN

Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papan tulis, kapur, fotografi, slide dan film, audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruang kelas, perlengkapan audio visual, juga computer. Prosedur, meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian dan sebagainya.
Istilah mengajar dan belajar adalah dua peristiwa yang berbeda, tetapi terdapat hubungan yang erat, bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling pengaruh-mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain.
Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. Berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu. Rumusan-rumusan tersebut diantaranya:
  1. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik atau siswa di sekolah.
  2. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah. Pembelajaran adalah upaya mengorganisasikan lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.
  3. Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik.
  4. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari

Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. Sistem pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku, belajar di kelas atau di sekolah, karena diwarnai oleh organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan, untuk membelajarkan peserta didik.

Writer :
Hanifa Indriana - 1102413103

Editor :
Hadi Noviyanto - 1102413092

HAKIKAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Oleh
Nabela Ilma Yenisa
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan

Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.
Menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, tahapan pertama dalam pembelajaran menurut standar proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan peyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu mengacu pada silabus.
Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar, RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemua atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
Setiap pendidik pada suatu pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema dan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.