Wednesday, October 1, 2014

Model Advance Organizer

Oleh Darsiyah
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Dalam belajar terdapat suatu penyampaian materi yang nantinya diharapkan dapat diterima dan dimengerti oleh peserta didik atau murid dan diharapkan materi yang disampaikan oleh seorang pengajar ataupun guru dapat diterima dengan baik sehingga tujuan dari pembelajaran dapat diterima. Maka dari itu, seorang pendidik atau seorang guru biasanya dalam menyampaiakn materi dan dalam proses pembelajaran menggunakan metode-metode tertentu sebagai penunjang keberhasilan dalam menyampaiakan materinya, metode-metode yang dipakai sangat banyak macamnya bergantung pada materi dan sub pembahasan.

Metode yang dipakai salah satunya yaitu model advance organizer. Model advance organizer yaitu model pembelajaran dengan cara menyajikan sebuah informasi sebelum pembelajaran yang nantinya dapat digunakan oleh seorang peserta didik untuk menyusun dan menafsirkan informasi baru yang masuk. Selain itu, advance organizer juga sangat berguna dalam proses transfer pengetahuan. Jadi semakin terorganisir materi yang disampiakan kepada peserta didik, maka peserta didik akan mempelajarinya dengan keseluruhan selain itu juga dapat meningkatkan kejelasan yang dapat diserap oleh seorang peserta didik sehingga peserta didik dapat menerima materi pembelajaran dengan maksimal. Model advance orgqnizer ini dirancang untuk memperkuat struktur kognitif siswa yang mengenai pengetahuan seorang peseta didik tentang pelajaran tertentu dan bagaimana mengelola, memperjelas, dan memelihara pengetahuan dengan baik.

Cara penyajian bahan melalui advanced organizer memiliki tiga tahap, dimana kegiatan penyajian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kejelasan dan kemantapan bahan belajar yang baru, sehingga sedikit sekali pengetahun yang hilang, rancau antara pengetahuan yang satu dengan lainnya atau membingungkan. Tiga tahap cara penyajian tersebut yaitu :

1.    Tahap penyajian atau presentasi advanced organizer.
Tahap penyajian ini terdiri dari salah satunya yaitu menjelaskan tujuan pengajaran, penjelasan tujuan pengajaran merupakan suatu cara untuk memperoleh perhatian siswa dan memberikan orientasi kepada peserta didik terhadap tujuan pengajaran.
2.    Penyajian atau presentasi tugas-tugas belajar atau bahan-bahan belajar.
Penyajian atau presentasi tugas-tugas belajar dapat dilakukan dengan cara ceramah, diskusi, film, percobaan, atau mencoba. Dalam penyampaian kepada siswa perlu dibuat eksplisit sehingga mereka memilki suatu pengertian secara keseluruhan tentang tujuan dan dapat melihat urutan logis tentang bahan dan bagaimana organisasi bahan itu berkaitan dengan advanced organizers.
3.    Menguji hubungan bahan belajar terhadap ide-ide yang ada agar dapat menimbulkan suatu proses belajar yang aktif.
Tujuan dari tahapan ini adalah mendapatkan pengetahuan atau bahan baru ke dalam struktur kognitif yang sudah dimiliki siswa atau struktur kognitif yang ada pada siswa. Hal ini dilakukan dengan cara memperkuat organisasi atau strukutr kognitif siswa.

Ketiga cara penyajian tersebut dapat membantu dalam menyampaikan materi dengan model advanced organizers, karena tersusun dan terorganisir dengan rapi maka peserta didik dapat menerima materi dalam proses pembelajaran dengan baik, sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. 

0 komentar:

Post a Comment