Thursday, January 1, 2015

METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA (bagian 6)



Oleh : Noviana Ayu Pratiwi
1102413114
 
Disadari atau tidak,  bahwa setiap hari kita selalu dihadapkan oleh berbagai maslah yang harus diselesaikan. Dan tak jarang dalam penyelesainnya kita seringkali dihadapkan pada suatu hal yang sulit untuk diatasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari tidak selamanyabersifat matematis.
Dengan demikian, guru memiliki tugas utama yakni menyelesaikan berbagai masalah dengan spectrum yang luas untuk membantu mereka dalam pemecahan masalah. Dalam matematika, hal seperti itu biasanya muncul berupa pemecahan masalah dalam soal cerita. Untuk mengembangkan kemampuan menyangkut bermacam-macam teknik dan strategi pemecahan masalah. Pengetahuan keterampilan dan pemahaman merupakan elemen yang penting dalam belajar matematika. Dan dalam pemecahan masalah, siswa dituntut memiliki kemampuan  untuk mensintesiskan elemen-elemen tersebut sehingga akhirnya dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan baik.
Pemecahan masalah memeiliki peranan yang sangat penting dalam belajar matematika. Hal tersebut memeiliki makna bahwa hal tersebut memiliki tujuan agar pembelajaran berlangsung secara fleksibel.
Guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang mendukung  metode tersebut, jadi terdapat beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. Yang pertama, guru membuat siswa merasakn adanya suatu masalah yang potensial. Dengan demikian siswa akan mencari jalan keluar. Jika ditemuakn beberapa cara jalan keuarnya, guru harus menuntun siswa agar memilih jalan ke luar yang paling tepat. Setelah itu siswa akan malakukan tahap malaksanakan pemecahan masalah. Baru yang terakhir guru menilai apakah masalah tersebut sudah dipecahkan secara tepat atau belum.
Perlu diketahui bahwa pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting dalam proses pembelajarannya maupun penyelesainnya, siswa akan memperoleh pengalama menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pecahan masalah yang tidak rutin. Namun pada kenyatannya, kegiatan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran matematika belum dijadikan kegiatan utama.

Editor : Agus Adi R  ||  1102413093

0 komentar:

Post a Comment