Monday, December 29, 2014

Fungsi Pendidik Membantu Mengungkapkan Emosi Dalam Teori Humanistik

oleh : Afidatun Nafiah

Fungsi ini jarang dilakukan oleh pendidik. Didalam kegiatan belajar humanistic fasilitator hendaknya membantu peserta didik mengungkapkan emosinya. Fasiitator perlu melakukan cara-cara yang dilakukan oleh para psikiater atau psikolog klinis. Misalnya, pendidik ingin mengajarkan tentang proses penolakan dan penerimaan anggota kelompok. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok memiliki anggota sama. Setiap kelompok diminta membuat permainan yang menyenangkan bagi semua anggotanya sehingga menimbulkan rasa solidaritas tinggi. Namun tiba-tiba pendidik memberikan instruksi agar satu diantara lima anggota masing-masing kelompok dikeluarkan dan diminta menjadi anggota kelompok lain.
 Kelompok baru itu melaksanakan permainan lagi yang mampu menimbulkan rasa solidaritas tinggi. Kemudian anggota baru pada masing-masing kelompok diminta kembali ke kelompok pertama. Permainan ini diakhiri dengan kegiatan peserta didik diminta berdiskusi tentang proses pembentukan kelompok dan meminta peserta didik yang keluar masuk kelompok itu mengungkapkan perasaannya. Melalui permainan seperti ini pada akhirnya peserta didik akan mampu mengungkapkan dan sekaligus mengendalikan emosi.
Pendidik yang melaksanakan pendekatan humanistic akan selalu terlibat di dalam kegiatan kehidupan emosional peserta didik. Pendidik yang mampu memahami kondisi emosional peserta didik akan berhasil dalam melaksanakan pembelajaran. Demikian pula peserta didik yang memahami kondisi emosional teman-temannyadan pendidiknya, dia akan mudah beradaptasi dan pada gilirannya akan berhasil dalam belajar. Dalam kehidupan sehari-hari tindakan mengelola emosi adalah lebih sukar dibandingkan dengan mengelola intelektual.

 Setiap individu dengan mudah mengembangkan kemampuan kognitif melalui aktifitas belajar seperti membaca buku atau berpartisipasi dalam kegiatan seminar, diskusi dan sejenisnya. Sebaliknya, mengembangakan kemampuan afeksi atau emosi adalah pekerjaan yang tidak mudah karena diperlukan kemampuan untuk memahami diri sendiri dan orang lain, serta status dan peran individu di lingkungannya. Oleh karena itu apabila individu mampu memahami dirinya sendiri dan lingkungannya maka akan mudah dalam mengembangkan kemampuan emosinya.  

0 komentar:

Post a Comment