Oleh Diwan Aprillia
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
Semarang
Belajar adalah usaha sadar seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalamannya sendiri. Model belajar pencapaian konsep pada prinsipnya merupakan suatu model mengajar yang menggunakan data untuk mengajarkan konsep kepada siswa, contohnya pada pelajaran matematika. Model pencapaian konsep ini paad awalnya didesain oleh Joyce dan Weil (1972) yang didasarkan pada hasil riset Jerome Bruner dengan maksud bukan saja didesain untuk mengembangkan berfikir induktif, tetapi juga untuk menganalisis dan mengembangkan konsep.
Ada dua tujuan dari penerapan model
pembelajaran ini yaitu : Pertama,
tujuan isi lebih efektif untuk memperkaya suatu konsep daripada belajar dan juga efektif membatu siswa
memahami hubungan-hubungan antara konsep-konsep yang terkait erat dan digunakan
dalam bentuk review. Kedua, model
ini lebih fokus ke pengembangan berpikir kritis dalam bentuk menguji hipotesis.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
merancang pelajaran menggunakan model pencapaian konsep adalah sebagai berikut:
(1) menetapkan materi
(2) pentingnya tujuan pembelajaran
(3) memilih contoh dan non-contoh
(4) mengurutkan contoh
Ada tiga cara yang dapat dilakukan guru
dalam membimbing aktifitas siswa dalam model pembelajaran ini, yaitu: (a) Guru mendorong siswa untuk
menyatakan pemikiran mereka dalam bentuk hipotesa, bukan dalam bentuk
observasi ; (b)
Guru menuntun jalan pikiran siswa ketika mereka menetapkan apakah suatu
hipotesis diterima atau tidak; dan (c) Guru
meminta siswa untuk menjelaskan mengapa mereka menerima atau menolak suatu
hipotesis.
Penggunaan
model pencapaian konsep ini dimulai dengan memberikan contoh-contoh mengenai penerapan
konsep yang telah diajarkan, kemudian dengan mengamati contoh-contoh tersebut
lalu diturunkan definisi dari konsep-konsep tersebut. Hal yang paling utama dan
penting diperhatikan dalam penggunaan model ini adalah dalam pemilihan contoh
yang tepat untuk konsep yang telah diajarkan, yaitu contoh tentang hal-hal yang
akrab dengan siswa. Selain itu siswa diberi kesempatan untuk mengaitkan antara
konsep baru dengan konsep sebelumnya sehingga pembelajaran akan bermakna.






0 komentar:
Post a Comment