Tuesday, October 7, 2014

Model Pembelajaran Pencapaian Konsep

Oleh Diwan Aprillia
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Belajar adalah usaha sadar seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalamannya sendiri. Model belajar pencapaian konsep pada prinsipnya merupakan suatu model mengajar yang menggunakan data untuk mengajarkan konsep kepada siswa, contohnya pada pelajaran matematika. Model pencapaian konsep ini  paad awalnya didesain oleh Joyce dan Weil (1972) yang didasarkan pada hasil riset Jerome Bruner dengan maksud bukan saja didesain untuk mengembangkan berfikir induktif, tetapi juga untuk menganalisis dan mengembangkan konsep.
Ada dua tujuan dari penerapan model pembelajaran ini yaitu : Pertama, tujuan isi lebih efektif untuk memperkaya suatu konsep daripada belajar dan juga efektif membatu siswa memahami hubungan-hubungan antara konsep-konsep yang terkait erat dan digunakan dalam bentuk review. Kedua, model ini lebih fokus ke pengembangan berpikir kritis dalam bentuk menguji hipotesis.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang pelajaran menggunakan model pencapaian konsep adalah sebagai berikut:
(1) menetapkan materi
(2) pentingnya tujuan pembelajaran
(3) memilih contoh dan non-contoh
(4) mengurutkan contoh
Ada tiga cara yang dapat dilakukan guru dalam membimbing aktifitas siswa dalam model pembelajaran ini, yaitu: (a) Guru mendorong siswa untuk menyatakan pemikiran mereka dalam bentuk  hipotesa, bukan dalam bentuk observasi ; (b) Guru menuntun jalan pikiran siswa ketika mereka menetapkan apakah suatu hipotesis diterima atau tidak; dan (c) Guru meminta siswa untuk menjelaskan mengapa mereka menerima atau menolak suatu hipotesis.

Penggunaan model pencapaian konsep ini dimulai dengan memberikan contoh-contoh mengenai penerapan konsep yang telah diajarkan, kemudian dengan mengamati contoh-contoh tersebut lalu diturunkan definisi dari konsep-konsep tersebut. Hal yang paling utama dan penting diperhatikan dalam penggunaan model ini adalah dalam pemilihan contoh yang tepat untuk konsep yang telah diajarkan, yaitu contoh tentang hal-hal yang akrab dengan siswa. Selain itu siswa diberi kesempatan untuk mengaitkan antara konsep baru dengan konsep sebelumnya sehingga pembelajaran akan bermakna.


0 komentar:

Post a Comment