Thursday, January 1, 2015

METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Bagian 1)



Oleh: Noviana Ayu Pratiwi
1102413114

Metode Pembelajaran Matematika adalah merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan pembelajaran Matematika. Penggunaan metode yang tepat akan menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. beberapa metode yang dapat dipilih guru adalah metode ceramah, ekspositori, demonstrasi, Tanya jawab, penugasan, eksperimen, drill dan latihan, penemuan, inquiry, permainan, dan pemecahan masalah.
Metode mengajar yang diterapkan dalam suatu pelajaran, dikatakan efektif bila menghasilkan sesuatu, sesuai dengan yang diharapkan atau dapat dikatakan tujuan telah tercapai, semakin tinggi kekuatan untuk menghasilkan sesuatu semakin efektif pula metode tersebut. Sedangkan metode mengajar bisa dikatakan efisien jika penerapannya dalam menghasilkan sesuatu yang diharapkan itu relative mengguakan tenaga, usaha pengeluaran biaya, dan waktu minimum, semakin kecil itu semua maka semakin efisien metode itu.
Pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana metode ceramah dan metode ekspositori yang diterapkan dalam matematika. Kedua metode ini hampir sama karena kegiatannya terpusat kepada guru sebagai pemberi informasi, namun terdapat perbedaan didalamnya. Barikut akan dijelaskan secara singkat bagaimana penerapan metode-metode tersebut.
Metode Ceramah, ceramah merupakan suatu cara penyampaian informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar yang berada diruangan.. Kegiatan berpusat pada guru sebagai penceramah dan komunikasi hanya terjadi satu arah dari penceramah ke audien. Penceramah mendominasi seluruh kegiatan, sedangkan pendengar hanya memperhatikan dan membuat cacatan seperlunya. Metode ceramah merupakan metode mengajar yang sering dipakai karena dianggap oleh guru sebagai metode mengajar yang paling  mudah dikuasai. Dimana tugas siswa saat guru menyampaikan materi hanya mencatat seperlunya.
Metode ini memang lemah, kenapa bisa dibilang lemah? Karena kebanyakan murid merasa bosan dengan guru yang sedang berceramah. Namun hal ini bisa dihindari, semua tergantung guru yang membawanya. Apakah bisa dibuat efisien dan tidak monoton.
Gambaran pengajaran matematika dengan metode ceramah adalah sebagai berikut. Guru mendominasi proses pembelajaran. Definisi dari rumus diberikan. Penurunan rumus atau pembuktian rumus dilakukan sendiri oleh guru. Diberitahukannya apa yang harus dikerjakan dan bagaimana menyimpulkannya. Contoh-contoh soal diberikan dan dikerjakan pula oleg guru. Langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh murid. Kemudian murid meniru cara kerja dan cara penyelesaian yang dilakukan oleh guru.
Metode Ekspositori, hampir sama seperti metode ceramah tapi pada metode ekspositori dominasi guru banyak berkurang karena tidak teru-menerus berbicara. Guru berbicara pada awal pembelajaran, menerangkan materi dan contoh soal.  Murid tidak hanya membuat catatan dan mendengarkan, tetapi juga mengerjakan soal dan bertanya apabila siswa belum paham dengan materi.
Pada metode ini, siswa belajar lebih aktif. Murid mengerjakan latihan soal sendiri, mungkin juga dilakukan sambil bertanya dan mengerjakannya bersama teman atau disuruh maju mengerakan dipapan tulis.
Sebenarnya dalam mata pelajaran matematika, metode ekspositori lebih cocok daripada metode ceramah. Karena dalam matematika tidak bisa hanya mendengarkan ceramah guru saja tanpa mengejakan latihan-latihan soal. Menurut saya, metode ceramah lebih cocok untuk meta pelajaran non eksakta. 

Editor : Agus Adi  R  ||  1102413093

0 komentar:

Post a Comment