Oleh : M. Albir Damara
1102413095
Metode discovery learning atau pembelajaran berbasis
penemuan adalah sebuah metode pembelajaran yang mengatur pengajaran agar
peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan yang belum mereka ketahui sebelumnya
yang ditemukan sendiri oleh peserta didik bukan dari pengajaran pendidik. Dalam
metode discovery learning, pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar
siswa dapat menemukan konsep dan prinsip melalui proses mentalnya sendiri.
Untuk menemukan konsep dan prinsip, peserta didik melakukan pengamatan,
penggolongan, membuat dugaan atau hipotesis, menjelaskan dan menarik
kesimpulan.
Tiga cirri
utama metode discovery learning. Yaitu :
- Mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menggeneralisasi, menciptakan dan juga menggabungkan pengetahuan
- Peserta didik sebagai pusat pembelajaran
- Merupakan kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang sudah ada
Beberapa
keunggulan metode penemuan juga diungkapkan oleh Suherman, dkk (2001: 179)
sebagai berikut:
- Peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran, karena metode ini menggunakan kemampuan diri peserta didik masing-masing untuk menemukan hasil akhir.
- Karena peserta didik mengalami sendiri proses menemukannya, oleh karna itu peserta didik lebih bisa mengingat materi atau bahan pelajaran lebih lama.
- Timbulnya rasa puas karena dapat menemukan konsep, prinsip dan sesuatu hal yang dapat mendorong rasa ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat dalam belajar meningkat.
- Peserta didik yang memperoleh pengetahuan dengan menggunakan metode penemuan akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke dalam beragam konteks.
- Dengan metode ini, peserta didik dilatih untuk dapat belajar secara mandiri.
Selain memiliki
keunggulan, metode ini juga memiliki kelemahan. Yaitu :
- Waktu belajar yang dibutuhkan relative lebih lama dibandingkan dengan metode biasa yang guru menerangkan dan peserta didik menerima






0 komentar:
Post a Comment