Wednesday, November 12, 2014

Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Oleh Darsiyah
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Penerapan model pembelajaran juga menggunakan metode metode untuk mempermudah penyampaian kepada peserta didi. Metode yang biasanya digunakan banyak sekali yang sekaligus dipraktekkan dengan model simluasi juga. Untuk kali ini, artikel ini akan membahas salah satu model yang digunakan dalam pembelajaran yaitu model pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning.
Problem based learning yaitu suatu pembelajaran yang diperoleh melalui proses menuju pemahaman akan resolusi suatu masalah. Masalah tersebut pertama tama dipertemukan dalam proses pembelajaran. Problem based learning juga merupakan suatu peralihan dari paradigm pengajaran menuju paradigm pembelajaran sehingga terfokus dalam pembelajaran siswa bukan lagi penagajaran seorang guru. Ada tiga elemen dasar dalam pelaksanaan problem based learning yaitu menginisiasi pemicu masalah awal, menelitit isu-isu yang diidentifikasi awal, dan memanfaatkan pengetahuan dalam memahami lebih jauh situasi masalah. Problem based learning tidak hanya bisa diterapkan di dalam kelas akan tetapi juga bisa diterapkan oleh pihak sekolah untuk pengembangan kurikulum.
Problem based learning merupakan kurikulum sekaligus proses, kurikulumnya meliputi masalah-masalah yang dipilih dan dirancang dengan cermat yang menuntut upaya kritis siswa untuk memperoleh pengetahuan, menyelesaikan masalah, belajar mandiri dan memiliki skill partisipasi yang baik. Dalam operasionalnya problem based leraning juga memiliki sintak, yaitu :
1.      Dalam pembelajaran, pertama-tama siswa disajikan suatu permasalahan.
2.      Kemudian siswa mendiskusikan masalah tersebut di dalam kelompoknya, mereka mengindentifikasi masalah-masalah yang terjadi dengan mengungkap fakta-fakta yang kemudian dikritisi dan mereka mencoba mencari jalan keluar dari masalah tersebut.
3.      Selain itu siswa juga siswa terlibat dalam diskusi independen untuk menyelesaikan masalah di luar bimbingan seorang guru.
4.      Siswa kembali pada pembelajaran problem based leraning kemudian sharing.
5.      Dalam forum sharing tersebut, siswa menyajikan solusi atas masalah yang telah dibahasnya.
6.      Setelah itu, siswa mengadakan review terkait apa yang telah dipelajari dan apa yang telah dibahas dalam forum.
Dalam penerapannya, problem based leraning mengajari siswa untuk mengungkapkan pendapat masing-masing, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan mandiri. Pembelaajran tidak lagi berpusat pada seorang guru tetapi melibatkan siswa secara langsung. Dengan demikian siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. 

0 komentar:

Post a Comment