Oleh : Zakiyah Umaroh
Berfikir kritis adalah berfikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan. Menurut teori Hemisphere (teori belahan otak), belahan otak kita terdiri dari belahan otak kiri dan otak kanan. Dalam berpikir kritis, seseorang yang dominan pada otak kiri biasanya akan memilih sesuatu yang berurutan, lebih memilih system membaca fonetik, menyukai kata-kata, simbol dan huruf, mau berbagi informasi yang faktual, dan lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail.
Sedangkan berfikir kreatif adalah berfikir secara konsisten dan terus menerus menghasilkan sesuatu yang kreatif/orisinil sesuai dengan keperluan. Dalam hal ini, seseorang lebih dominan menggunakan otak kanan dalam hal berkreasi. Dan biasanya seseorang yang dominan menggunakan otak kanan biasanya akan merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak, menyukai gambar, grafik dan diagram, lebih memilih sesuatu secara spontan, dan menginginkan pendekatan yang tak terbatas.
Dalam konteks pembelajaran, pengembangan kemampuan berfikir ditujukan untuk beberapa hal, diantaranya adalah (1) mendapat latihan berfikir secara kritis dan kreatif untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan baik, misalnya luwes, reflektif, ingin tahu, mampu mengambil resiko, tidak putus asa, mau bekerjasama dan lain lain, (2) mengaplikasikan pengetahuan, pengalaman dan kemahiran berfikir baik di dalam atau di luar sekolah, (3) menghasilkan ide atau ciptaan yang kreatif dan inovatif, (4) mengatasi cara-cara berfikir yang terburu-buru (5) meningkatkan aspek kognitif dan afektif, dan (6) bersikap terbuka dalam menerima dan memberi pendapat, membuat pertimbangan berdasarkan alasan dan bukti, serta berani memberi pandangan dan kritik.
Berfikir kritis adalah berfikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan. Menurut teori Hemisphere (teori belahan otak), belahan otak kita terdiri dari belahan otak kiri dan otak kanan. Dalam berpikir kritis, seseorang yang dominan pada otak kiri biasanya akan memilih sesuatu yang berurutan, lebih memilih system membaca fonetik, menyukai kata-kata, simbol dan huruf, mau berbagi informasi yang faktual, dan lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail.
Sedangkan berfikir kreatif adalah berfikir secara konsisten dan terus menerus menghasilkan sesuatu yang kreatif/orisinil sesuai dengan keperluan. Dalam hal ini, seseorang lebih dominan menggunakan otak kanan dalam hal berkreasi. Dan biasanya seseorang yang dominan menggunakan otak kanan biasanya akan merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak, menyukai gambar, grafik dan diagram, lebih memilih sesuatu secara spontan, dan menginginkan pendekatan yang tak terbatas.
Dalam konteks pembelajaran, pengembangan kemampuan berfikir ditujukan untuk beberapa hal, diantaranya adalah (1) mendapat latihan berfikir secara kritis dan kreatif untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan baik, misalnya luwes, reflektif, ingin tahu, mampu mengambil resiko, tidak putus asa, mau bekerjasama dan lain lain, (2) mengaplikasikan pengetahuan, pengalaman dan kemahiran berfikir baik di dalam atau di luar sekolah, (3) menghasilkan ide atau ciptaan yang kreatif dan inovatif, (4) mengatasi cara-cara berfikir yang terburu-buru (5) meningkatkan aspek kognitif dan afektif, dan (6) bersikap terbuka dalam menerima dan memberi pendapat, membuat pertimbangan berdasarkan alasan dan bukti, serta berani memberi pandangan dan kritik.






0 komentar:
Post a Comment