Monday, January 12, 2015

Langkah-Langkah Dalam Pelaksaan Metode Sosiodrama



Oleh : Amalia Kiki R
1102413111

Dalam pelaksaannya, metode sosidrama memiliki langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengimplementasi. Untuk menghindari kekurangan dan kecerobohan, maka sebaiknya dalam penerapannya sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan. Langkah-langkah dalam pelaksaan metode sosiodrama sebagai berikut:
1.      Persiapan
Dalam tahap ini yang pertama diperlunya untuk menentukan pokok masalah yang nantinya akan didramatisasikan, menentukan para pemain, dan mempersiapkan para siswa sebagai pendengar yang menyaksikan jalan cerita nanti. Masalah yang akan didramatisasi dipilih secara bertahap yang dimulai dari persoalan yang sederhana hingga dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan berikutnya yang agak sukar dan dibuat menjadi bervariasi. Pemilihan untuk para pelaku lebih baik secara sekarela, atau bila tidak mungkin, sebaiknya guru menunjuk siswanya yang dianggap mampu dan cocok untuk memainkan peran.
2.      Permainan sosiodrama
Setelah masalah dan pemannya sudah disiapkan, diminta kepada mereka untuk mendramatisasi masalah yang diminta kurang lebih selama 4 – 5 menit menurut pendapat dan inisiatif mereka sendiri mau bagaimana. Diharapkan dari peran yang mereka lakukan secara spontan dapat mewujudkan jalannya cerita. Guru bertugas hanya mengawasi atau memberikan klu dan kebebasan kepada siswa untuk melakukan apa saja. Jika terjadi kemacetan sebaiknya guru cepat-cepat bertindak dengan menunjuk siswa lain untuk menggatikan perannya, atau siswa yang sedang memainkan peran tersebut diberikan isyarat supaya mereka dapat melanjutkan dan membetulkan jalan permainannya. Pelaksanaan sosiodrama ini tidak perlu selesai dan dapat digantikan oleh siswa lain yang ingin bergabung dan ikut serta dalam bermain.
3.      Tindak lanjut
Sosiodrama tidak hanya berakhir pada usai pelaksaan dramatisasi saja, melainkan dapat dilanjukan dengan tanggung jawab, diskusi, kritik, atau analisis personal sesuai dengan pendapat dari masing-masing siswa. Jika masih kurang paham, siswa lainnya dapat mengulang kembali untuk memainkan peran yang lebih baik lagi jika dramatisasi yang sebelumnya kurang memuaskan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan metode sosiodrama:

  • Masalah yang nantinya dijadikan tema berita hendaknya dialami oleh sebagian besar peserta didik, hal ini bertujuan supaya peserta didik tidak kebingungan ketika memerankan atau mencerna ceritanya.
  • Penentuan pemeran hendaknya secara sukarela dan dapat memotovasi diri sendiri. Sehingga akan membiasakan peserta didik untuk melatih percaya dirinya dan bertanggung jawab untuk belajarnya.
  • Jangan terlalu banyak disutradarai, biarkan alurnya sesuai dengan pengembangan bakat kreatifitas dan spontanitas peserta didik sendiri.
  • Diskusi diarahkan kepada penyelenggara akhir (tujuan), bukan kepada baik atau tidaknya sesorang peserta didik berperan.
  •  Kesimpulan diskusi akan dipimpin dan diresume oleh guru sendiri, kemudian disampaikan kepada peserta didik.
  • Sosiodrama bukanlah sandiwara atau drama saja, melainkan juga merupakan peranan situasi social yang ekspresinya hanya dimainkan dalam satu babak saja, dan berdasarkan kreatifitas serta spontanitas dari peserta didik.
Editor : Agus Adi R  ||  1102413093

Sunday, January 11, 2015

METODE INQUIRY DALAM PEMBELAJAJARAN OUTDOOR



Oleh : Noviana Ayu P
1102413114

Jika sebelumnya saya pernah membicarakan metode inquiry pada mata pelajarn matematika, kali ini saya akan membahas lagi tentang  metode inquiry namun kali ini akan coba saya jelaskan apabila metode tersebut dilakukan di luar kelas (outdoor) dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Mengulas kembali pada artikel saya sebelumnya bahwa inquiry memiliki maksa secara harfiah yang berarti penyelidikan. Metode ini sangan cocok bila diterapkan dalam mata pelajar IPA dan akan sangat menarik apabila metode tersebut dilakukan di luar kelas atau outdoor. IPA merupakan mata pelajar yang juga membutuhkan banyak praktek untuk pengalaman siswa. Maka dari itu perlu adanya inovasi dalam pembelajarnnya.
Berlandaskan metode inquiry, mata pelajan IPA bisa di serap ilmunya dengan mudah bagi siswa. Seperti missal, pada bab bagian tumbuhan apabila disampaikan hanya secara teoritik, siswa hanya mampu menghafal bukan menguasi ilmu tersebut. Jika diterapkan menggunakan metode inquiry, bab tersebut bisa dilakukan dilapangan dengan cara menyelidiki bagaimana struktur tumbuh-tumbahan. Dengan demikian siswa akan memiliki pengalaman langsung dengan hal tersebut, yang kemudian  akan dengan mudah diingat oleh siswa karna merupakan bagian dari pengalamannya.
Sebenarnya apapun metode pembelajarnnya, akan efektif jika guru mampu menguasi siswa dan juga menguasai materi nya. Guru juga harus kreatif dalam penyamainnya, mencari hal-hal yang mampu membuat siswa menyerap dengan mudah bagaimana ilmu yang seharusnya dikuasai itu.    

Editor : Agus Adi R  ||  1102413093

METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA (bagian 8)



Oleh : Noviana Ayu P
1102413114

Dalam kehidupan kita pasti dihadapkan suatu masalah yang menuntut kita pada mencari pemecahan solusinya. Namu  itulah yang menjadikan kita dewasa. Begitu pula dengan metode pemecahan masalah yang menuntut kita untuk mencari pemecahan masalahnya. Seperti yang pernah dikemukakan oleh Gagne (1985), kalau seorang peserta didik dihadapkan pada suatu masalah, yang pada akhirnya  mereka bukan hanya sekedar  memecahkan masalah, tetapi  juga  belajar sesuatu yang baru.
Pemecahan masalah sangat memegang peranan penting dalam pembelajaran matematika. Seperti misalnya adanya soal-soal matemaika yang diberikan kepada siswa adalah bentuk soal yang baru, pastilah siswa dituntut untuk mencari pemecahan masalahnya agar mampu dikerjakan. Berawal dari situ siswa mendapatkan hal baru dalam cara mengrjakan soal tersebut. Dan pastilah guru sebagai sumber informasi memberi arahan bagi siswanya agar mampu menemukan pemecahan masalahnya. Hal ini bertujuan agar pembelajaran dapat berlangsung secara fleksibel.
Beberapa ahli mengemukakan berbagai pendapat mengenai langkah-langkah dalam melakukan pemecahan masalah, meskipun demikian pada dasarnya cara yang dimekukan adalah sama. Berdasarkan hal itulah, saya menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode pemecahan masalah harus melalui enam langkah.
Pertama, siswa merasakan masalah-masalah yang potensial, yang pastinya masalah itu masih sagat asing bagi mereka. Kedua, merumuskan masalah. Siswa mencari sebuah permasalah dalam soal, sebenarya yang menjadi masalah dalam soal tersebut itu apa. Ketiga, mencari jalan keluar. Apabila siswa sudah mengetahui sebenarnya apa yang menjadi masalah dalam soal tersebut, siswa baru akan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan untuk menyelesaikan hal tersebut. Keempat, memilih jalan keluar yang tepat. Kelima, melaksanakan pemecahan masalah dimana pada tahap ini siswa mulai mengerjakan soal. Dan yang keenam adalah dimana tugas guru mengkoreksi apakah pekerjaan siswa sudah tepat atau belum.

Editor : Agus Adi R  ||  1102413093